Minggu, 01 Juli 2012

OBYEK WISATA GOA PUTRI

Ogan Ulu Comunity_Blog: OBYEK WISATA GOA PUTRI: OBYEK WISATA GOA PUTRI Doc By; Potret OKU Doc by; Potret Oku   Baturaja dibelah oleh Sungai Ogan dengan tiga jembatan penghubung y...

Sabtu, 30 Juni 2012

Kang.Abi: Pariwisata Kecamatan Ulu Ogan Kabupaten OKU Sumsel

Kang.Abi: Pariwisata Kecamatan Ulu Ogan Kabupaten OKU Sumse...: By: Habibullah (Kang Abi) 1      Air Terjun Kambas A.Selayang Pandang Air Terjun Kambas merupakan obyek wisata alam d...

"kejadian itu telah dituliskan"

By: Habibullah (Kang Abi)

Perantau, itulah aku.Sudah hampir 6 tahun hidupku di habiskan di daerah orang untuk menuntut ilmu dan demi cita-cita yang aku genggam. Tiga tahun di SMA dan sudah hampir tiga tahun Kuliah. Saat ini Aku adalah seorang mahasiswa di salah satu universitas negeri di Indonesia.Aku tinggal di salah satu masjid dekat kampusku. Banyak cerita tentang diriku.Duka, suka, cita, sedih bahkan bahagia sudah aku rasakan dan terangkum dalam catatan sejarah perjuanganku.
Kawan, inginkah kau mendengarkan curahan hatiku.Ini adalah salah satu kisah diantara banyak kisah dalam perjlananku. Kawan, dari dulu sampai sekarang bahkan sampai kapanpun aku sangat menyakini bahwa perjalanku ini adalah suatu rekaya besar dari sang pencipta. Karena aku sangat meyakini bahwa semua kejadian didalam perjalanku adalah semua atas kehendak-Nya dan semuanya sudah tertulis dalam Lauh Mahfuzh. Sesuai dengan firman Allah SWT dalam QS.Al Hadiid : 22 yang artinya “ tiada suatu bencanapun yang menimpa dibumi dan pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesunggunya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah”
Inilah salah satu kisahku.
Pada suatu malam aku bersilaturahmi dikostan temanku satu kampus. Dikarenakan teman saya anggap saja nama Syahrul mengalami sakit. Tidak sendian aku di sana tapi dengan berjalanya waktu dan malampun semakin larut satu persatu teman minta pamet untuk pulang. Dan tinggallah diriku sendiri disana dan ditemani oleh Ahmad teman satu kostan  Syahrul. Dan akhirnya aku putuskan untuk tidur disana.
Dengan langkah yang begitu kaku aku paksakan kakiku untuk melangkah, dan aku buka gurden jendela yang kusam itu.Dan aku pandangkan mataku kearah taman-taman yang tidak ada satupun tanaman yang dapat tumbuh disana karena sudah diganti dengan teras semen yang tak beraturan.Tidak seperti biasanya, Angin pagi yang biasanya menyapa dengan lembutnya sehingga menyejukan jiwa-jiwa yang dihampirinya. Tetapi Nampak begitu  berbeda di pagi itu suram dan menakutkan. Daun-daun tidak lagi begitu diam memumandangkan zikirnya.Jangkrek dan kodok-kodok itu Nampaknya telah begitu sibuk dengan aktivitasnya sehingga memberhentikan nyayian-nyayiannya. Dan aku pandang lagi..aku tersentak kaget. Lalu aku lihat jam di Handponku sudah menunjukkan jam 05:40  “astafirrullahulazim” “aku telah ketinggalan sholat shubuh berjamaah di masjid” akupun langsung melangkahkan kakiku kekamar mandi dan langsung mengambil air wudhu. Lalu aku sholat shubuh.Setelah selesai sholat Syahrul dan Ahmadpun keluar dari kamarnya dan langsung mendirikan sholat.Akupun mengucap istifar karena telah lupa membangunkanya.

Selesai mereka sholat aku langsung pametan untuk pulang.Seperti biasa akupun melaksanakan aktivitas pagiku.Bersih-bersih masjid, masak, nyetrika baju, nyuci dan mandi.Disaat aku lagi siap-siap untuk sarapan, Handpon ku berdering dan aku lihat ternyata Syahrul.
“Asslammualaikum, ya..ada apa akh..? Tanyaku.
“Akh, pagi ini temanni ana ke klinik ya.”
“ya insyaallah” jawabku.
“tapi sebelum antom ke kosan ana, tolong belikan ana sarapan dulu ya” “dengan Ibu Lia”tambahnya.
“ya, nanti ana belikan”
“Syukron akh”
“afwan”
Akupun mempercepat sarapan pagiku. Selesai sarapan akupun langsung mengambil tas hitam kesayanganku yang apabila aku tarok dipunggungku Nampak menutupi tubuh kecilku. Tidak memakan waktu yang lama bagiku untuk ke Kostan Syahrul karena memang tidak terlalu jauh dari masjid tempat saya tinggal.tetapi sebelum ke kostan Syahrul aku mampir di warung makan Ibu Lia untuk membeli sarapan pesanan Syahrul.
Sebelum pergi ke klinik Syahrul sarapan terlebih dahulu.Sambil menunggu syahrul yang lagi sarapan, aku tersenyum… dan mengatakan.
“akh, bagaimana kalu kita telpon saja Udin, dia kanada motor.. nanti biarlah dia saja yang menemani antom ke klinik”
“tidak usah ahk, nanti biarlah kita jalan kaki saja” “sekalian olah raga” ujaranya.
“bukan begitu akh, kan antom saat ini lagi sakit. Lagipula klinik itu tidaklah dekat” aku meyakinkan.
“nanti antum bagaimana,?kalu ana ikut udin”
“tidak usah antum pikirkan ana, yang penting adalah kesehatan antum..” “nanti biarlah ana jalan kaki saja kekampusya” tambahku.
Akhirnya Syahrulpun senyetujui usulanku.Tidak menunggu lama, akupun langsung menelpon udin.
“Din, dirimu sekarang ada dimana?
“sekarang aku sudah dikampus. Ada apa? udin balik bertanya
“Begini, si Syahrul saat ini lagi sakit.Rencananya mau ke klinik. Dirimu bisa menemaninya dak”
“ya insyaallah. Di mana kalian sekarang..?”
“kami tunggu di kostan Syahrul.”
“ya sudah tunggu ya..”
“ya..” .jawabku. Udinpun langsung menutup telponya.

Tidak lama kemudian udinpun datang.Tetapi kayaknya Udin sangat memahami keadaan kami sehingga dia mengajak Rommy untuk menjemput saya juga.Akhirnya kami berempat berangkat ke klinik.Sesampai di klinik kami langsung mengambil nomor antrian.Suasana klinik terlihat ramai tetapi semuanya membisu tak bersuara yang ada hanyalah suara-suara kusuh dari petugas kesehatan.Kamipun menunggu diruang antri pasien. Satu persatu nama pasien dipanggil tetapi nama Syahrul juga belum dipanggil. jam sudah menunjukkan pukul 09.58.
“din,..” aku memanggil udin yang lagi duduk dengan Rommy di taman klinik.
“ya, ada apa” sahutnya
“kalian duluan kekampus saja ya..” nanti biarlah kami naik angkut saja” tambahku
“masih lama dak antrinya..?” Rommypun bertanya kepadaku.
“sebentar lagi” jawabku. “tidak apa, kalian duluan saja..” tambahku
“ya sudah kami duluan ya..” jawab Udin.
Lalu Rommy mendekat kepadaku. “ini kunci motorku..”
“tidak usah, nanti biarlah kami naik angkut saja..” jawabku.
“tidak apa. biarlahaku ikut udin saja.”
“ya sudah  kalu begitu” jawabku. Lalu merekapun pergi kekampus untuk mengikuti perkuliahan.

Satu persatu nama pasien dipanggil, Tetapi nama syahrulpun belum juga dipanggil. Wajah syahrul Nampak memucat, bibir-bibirnya membiru dingin, tubuhnya Nampak bergetar  menggigil. Dengan tidak sabar menunggu giliran lalu Syahrulpun berlahan memejamkan matanya.
“Syahrul…” teriak dokter petugas memanggil nama Syahrul
Dengan sedikit kaget syahrul langsung melangkahkan kakinya menuju ruangan periksa.Setelah syamsul keluar dari ruang periksa dan dr. memberitahukan bahwa syamsul hanya kena demam biasa saja. Mungkin karena terlalu capek dan sedikit istirahat saja. Setelah keluar dari klinik aku berniat untuk mengantar Syahrul untuk pulang kekostannya.Tetapi beliau menolak.dia lebih memilih untuk masuk kuliah saja,walaupun sudah saya sarankan kepadanya untuk istirahat saja karena sesuai dengan hasil tes kesehatannya di klinik tadi, tetapi dia tetap saja melotot memilih untuk masuk kuliah saja. Akupun mengikuti kehendaknya.
Aku langsung mengambil motor metik milik Rommy, dan ternyata motor tidak mau starter, di ingkolpun tidak bisa. Syahrulpun mendekati saya.
“ada apa akh..?
“tidak tahu nich.. kok tidak mau hidup dari tadi.
Dengan tersenyum syahrul menjawab “coba ditekan rem belakangnya..”
Akupun balik tersenyum.. “iya.. saya lupa” jawabku sedikit malu.
Kamipun langsung menuju kampus.Dengan kecepatan yang sedang kami melaju dengan pastinya.Sesampai dipersimpangan tiga akupun membelokkan sepeda motorku dengan pastinya. Tetapi, tiba-tiba ada orang berteriak keras dari belakang kami… “minggir, mingggirrrr….” Dan Brak”
Kami ditabrak oleh seorang pengendara sepeda motor dengan kecepatan tinggi. Syahrul terkapar dengan wajah yang semakin memucat pasi, keringat-keringat dingin itu bercucuran keluar dari tubuhnya.Sedangkan aku terbaring persis dipinggir sepeda motorku.Tangan, lutut, bahu luka-luka.Begitupun orang yang menabrak kami.Kaki, tangan, bahkan seluruh tubuhnya penuh dengan luka-luka.
Akhirnya kamipun kembali ke klinik.

Teman, itulah salah satu kisah dalam perjalananku.Banyak hikmah yang dapat saya petik dari kisah diatas.Dan yang pastinya aku semakin yakin bahwa memang setiap kejadian dalam hidup kita ini, sekecil apapun itu sangat berpengaruh dengan kejadian yang mengikutinya.Dan itu semua merupakan suatu rekayasa raksasa oleh yang Maha Kuasa.Sedangkan manusia hanya bisa merencanakan tetapi tidak dapat berkehendak atas segala sesuatu melainkan mengikuti kehendak dari Yang Kuasa yaitu Allah SWT.
QS. An Nuur : 64
“Ketahuilah sesungguhnya kepunyaan Allahlah apa yang dilangit dan di bumi.Sesungguhnya Dia mengentahui keadaanmu di dalamnya (sekarang).Dan (mengentahui pula) hari (saat manusia) dikembalikan kepada-Nya (kelak). Lalu diterangkan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Dan Allah Maha Mengentahui segala sesuatu.
QS.Al Baqarah :117
“Allah Pencipta langit dan bumi. Dan bila dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka Dia hanya mengatakan kepadanya :“Kun. Maka jadilah ia.”

Coba perhatikan dari kisah saya diatas tadi.Semua kejadian adalah hasil pengaruh dari kejadian yang mengawalinya. Dan merupakan rekayasa dan kehendak dari Alllah SWT
Pertama, awalnya saya akan menemani syahrul ke klinik dengan berjalan kaki. Tetapi akhirnya Saya menyarankan kepada syahrul untuk dijemput oleh Udin saja.Dan biarlah udin saja yang menemani ke klinik dan saya berjalan kaki kekampus. Tetapi Allah berkehendak lain, Udin mengajak Rommy untuk sekalian menjemput saya juga. Dan akupun naik motor rommy untuk menemani syahruk ke klinik.
Kedua, Saat saya menyuruh Udin dan Rommy untuk duluan kekampus dan saya merencanakan untuk menyusul nantinya dengan naik angkut. Tetapi Allah berkehendak lain Rommy menyerahkan kunci  motornya untuk kami kendarai.
Ketiga, Setelah Syahrul keluar dari klinki saya merencanakan untuk mengantarnya kekosan, dengan tujuan supaya syahrul istirahat saja.Tetapi Syahrul tidak mau dia lebih memilih untuk masuk kuliah saya walupun dalam kondsi sakit.
Keempat, saat saya mau menghidupkan sepeda motor. Tetapi saya lupa bagaimana cara mnghidupkan  motornya. Dan saya baru sadar setelah baru diingatkan oleh syahrul.Dan akhirnya semua kejadian dalam kehidupan kita itu Allah adalah atas kehendak dan kendali taripada kekuatan Tuhan Yang Maha kuasa.dan Allah telah merekayasa akan kejadian bahwa kami akan ditabrak. Dan kami kembali masuk kerumah sakit.Kalu orang tidak mengerti akan kuasa Tuhan pasti dia akan berpikiran. Kalu seandainya saya jadi menemani udin dengan berjalan kaki. Mungkin kami tidak akan tertabrak motor, atau udin hanya sendirian menjemput udin, atau Rommy tidak memberikan kunci motornya kepada saya, atau mungkin kalu seandainya saya tidak terlambat menghidupkan mesin motor. Pasti kami tidak akan merasakn sakitnya seluruh tubuh kami karena ditabrak motor. Tetapi yang saya pahammi dan seharusnya kita pahami semua yaitu jangan pernah berpikiran bahwa akan terjadi kejadian kalu saya jadi berjalan kaki dengan udin. Karena Allah tidak berkehendak atas itu, dan nyatanya Allah berkehendak bahwa saya jadi menemani udin dengan di antar oleh udin dan Rommy. Itu yang Allah kehendaki bukan yang lain. Yang pastinya Kejadian ini pasti ada rahasia besar dari sang khalik. Dan kita semua harus bersabar dan mengambil hikmah dalam setiap kejadian karena sesungguhnya Allah hendak menguji kita dan medidik kita dalam setiap kejadian dalam detik, menit di kehidupan kita.
“Dia-lah Allah, tidak ada Tuhan selain Dia. Mengentahui yang gaib dan yang nyata, Dia-lah yanag Maha Pengasih, Maha Penyayang” (QS.Al-Hasyr : 22)

Wallahu a’lam bishshawab

Jumat, 29 Juni 2012

“terima kasih ya Rabb….”


By: Habibullah (Kang Abi) 

Pagi yang begitu menyejukkan kalbu setiap insan yang menghayati. Nada-nada alam beryanyi dengan merdunya. Kumandang adzan yang memanggil setiap jiwa.Begitu indah.Embun-embun mengendap didedaunan, bersemayam dengan teduhnya.Lembut dan jernih. Berlahan mengalirkan diri.dari daun ke-daun hingga ia jatuh ke bumi. Menghilang menyelami pori-pori alam. Orang-orang nampak berjalan menuju suara panggilan Agung. Bapak-bapak nampak berjalan dengan istri dan anak-anaknya.Wajah meraka tanpak berseri-seri dan bersahaja. Itu kegembiraan yang meraka rasakan dengan senantiasa memenuhi panggilan dari sang Khalik. Para Remaja.Pemuda dengan baju koko dan pece hitam dikepala bak mahkota.serta Gadis-gadisnya tampak memperindah pagi dengan sinar berseriwajah yang berselimut mukena putih.merekasatu persatu berdatangan dari sisi jalan menuju masjid untuk melaksanakan sholat shubuh berjamaah di masjid. Iqomah dikumandangkan.Imam pun mulai membaca surah Al-Fatihah.
Tidak jauh dari masjid.Seorang pemuda yang berwajah kusut.Perkaian jean dan kaos oblong.Matanya sipit dan rambutnya tidak beraturan.Ia terlihat tergesa-gesa menuju masjid. Sepertinya dia mau melaksankan sholat berjamaah dimasjid.Yach itu adalah lah saya.Seorang remaja yang datang dari jauh.Sebut saja pemuda rantau.Kerena sebutan itu yang sering digunakan oleh masyarakat di sekitar kosan saya dengan diriku.Saat ini aku tengah merantau untuk melanjukan studiku. Yack..hari ini adalah hari pengumuman SNMPTN. Itu sangat menegangkan bagiku. Gelisa dan was-was itu lah yang selalu aku rasakan. Dari beberapa nasehat yang aku dengarkan untuk menghindari hal tersebut katanya coba dekatkan diri kepada Allah.Dan memohon pertolongan kepadanya.Nasehat itu datang dari Pak Kamal yang ada disamping kosan saya.Beliau sangat ramah tama.Tutur bahasanya begitu lembut, santun dan penuh percaya diri.Katanya beliau adalah seorang ustad.Aku tidak tahu akan hal itu. Lain halnya kalu ibu Annisa istri beliau, aku tahu persis kalu beliau adalah seorang ustadza karena beliau sering mengajar pengajian ibu-ibu dimasjid dekat kosan saya.merekamempunyai tiga orang anak, dua orang perempuan dan satu orang laki-laki. Husna anak bungsunya masih kelas enam SD. Irfan anak laki-lakinya masih kelas tiga SMP.dan anaknya yang paling tua aku tidak tahu siapa namanya, pak Kamal tidak pernah menceritakan siapa namanya.saat ini dia duduk kelas tiga Aliyah dan dia masuk psantrin di jawa, katanya pak Kamal dia ikut pamannya.
Berawal dari nasehat pak kamal itulah, pagi ini aku mencoba untuk melaksanakan sholat di masjid. Karena ada juga yang mengatakan kalau sholat berjamaah dimasjid itu pahalanya akan lebih bnayak.
Sesampai di masjid aku langsung membersihkan wajah kusamku.dengan tergesa-gesaaku membasahi seluruh rambutku. Dan aku langsung berwudhu.Dingin dan meyejukkan bukan hanya di kulit dan tulangku yang terasa di relung-relung jiwa.Tetapi lebih terasa dihati.Seakan air-air yang membasahi wajahkumeleburkan kepekatannya, aku siram kedua tanganku seakan melepaskan kejenuhannya.Aku basuh kepala dan kedua daun telingaku seakan aku telah memperbaiki retaknya.Dan aku basuh kedua kakiku seakan aku telah menghancurkan bentengnya.Dengan wajah yang tenang aku langsung memasuki masjid.Hatiku damai dan diam. aku merasakan getaran jiwa yang dirasuki dengan iman.Di dalam masjid aku dapati orang-orang telah selesai melaksanakan sholat.Dan aku langsung mengambil posisi.Untuk  melaksanakan sholat sendiri.Aku berdiri tagak menghadap kearah kiblat.Dengan khusu’ lalu aku kumandangkan takbiratu ula.“Allahuakbar..’
****
Seusai sholat aku bergegas mengganti pakaianku.Trining biru dan kaos abu-abu itulah yang aku pakai.Handset terpasang ditelingaku.Dengan alunan music rokers menghantarkan semangat langkah kakiku mengelilingi taman-taman perkotaan.Pagi yang begitu indah.Keringat mulai mulai membasahi tubuhku.Sebelum terlalu banyak dan membanjir.Aku menghentikan lariku.Dan berjalan biasa menelusuri jalanan.Sebelum pulang kekosan aku membeli sebuah Koran local untuk melihat pengumuman SNMPTN. Yach..itulah tak-tik yang aku pergunakan untuk sedikit meredah rasa was-was dan gelisaku yaitu dengan olah raga. sebelum mendapatkan nasehat bahwa sholat juga merupan obat untuk menenangkan jiwa. Olah raga apa saja asal bisa menimbulkan keringat. Karena katanya dengan banyak olah raga mata otot-otot kaku kita akan bergerak dan akan terhindar dari kegelisaan. Tidak tahu benar atau tidak yang pasti aku melakukannya. Terbukti saat aku menghadapi kelulusan waktu SMA tips tersebut ampuh bagiku.
Sesamapai di kosan.Langsung aku buka Koran yang aku beli.dengan mencoba untuk menghilangkan rasa gugupku. Dan berlahan aku cari satu persatu nama-nama orang yang dinyatakan lulus.Rasa was-was itu mulai menghampiri jiwa. Tapi masih dengan teguhnya menyembunyikan ketegangan itu. Dengan sabar aku masih dengan telitinya mencari nama yang sesuai dengan namaku. Dan..“Alhamduliiah” gumamku. “aku lulus”. Rasanya aku ingin berteriak sekeras-kerasnya untuk menyatakan kesemua orang kalu lulus.Bahagia itu sangat luar biasa aku rasakan.Tubuhku meloncat-loncat dengan girangnya.Dan aku lihat lagi pengumuman itu.Dengan rasa bangga aku tersenyum puas.Tapi seketika itu juga, keningku mengerut kebingungan.Tubuhku mulai gemetar.mungkin tips yang aku gunakan untuk menghindari rasa gugup gagal utuk saat ini. Aku lihat lagi pengumuman itu dengan cermat ternyata benar nomor ujiannya tidak sama dengan nomor ujianku. Dengan rasa putus asa aku masih berharap bahwa namaku ada di dalam daftar tersebut.Aku masih mencarinya.Dan ternyata benar namaku tidak ada.Lalu dengan rasa kesal aku lemparkan Koran itu dengan kerasnya, sehingga tidak beraturan lagi.Aku mulai kebingungan.Aku mencoba untuk menangis tapi itu bukanlah diriku yang manja dan merengik begitu saja saat menerima cobaan, tapi aku tak kuasa memendungnya.Berlahan mataku basah.Aku kebingungan.Dalam keadaan suntuk yang teramat sangat aku terbaring lesu disudut kamar.Mata yan kosong dan diam. Lalu sepintas aku teringat pesan dari pak Kamal.
“Nak.., sholat itu adalah. Jadi bila mana engkau sakit ambillah ia sebagai obatnya. Bila mana engkau gelisa dan gunda maka ambillah ia sebagai penenangnya. Bila mana engkau lapar ambillah ia sebagai pengisi perutmu. Bila engkau sedih maka ambillah ia sebagai penghiburmu. Dan bila mana engkau merasa kesepian maka ambillah ia sebagai temanmu. Serta bila mana engkau merasa butuh sesuatu maka ambillah juga ia, maka ia akan memberimu sagalanya..”
Mengingat pesan itu.Dalam keadaan yang tak punya kekuaatan.Aku menggerakkan tubuhku.Untuk mandi dan setelahnya aku mengambil whudu.Aku merasaan ketenangan dan dingin menyejukkan.Aku berpikir mungkin whudu ini adalah obat.Gundah itu mulai bertebaran meninggalkan diriku.Saraf-saraf tubuhku mulai bergerak.Terlepas dari belenggu kekakuan.Aliran darahku kian dingin.Dengan khusuk aku hadapkan wajahku kearah kiblat.Aku melaksankan sholat.Rasanya ada yang berubah.Aku merasakan ada yang menemani kesendirianku Seakan ada yang tengah menghibur kesedihanku. Dan mulai memberikan apa saja yang aku butuhkan. Seusai sholat, aku sampaikan semua kegundaanku.Mataku bukanlah mata yang bening.Tapi semakin lama mata itu berkaca-kaca.Dan aku mengis.Tapi tidak tahu aku merasakan ketenangan.Begitu tenang.Begitu damai.Jiwaku tidak lagi menjerit dan merintih karena aku merasakan sebungkah hati didalamnya tengah berdzikir.
Seusai sholat aku ganti pakaianku. Dan merapikan kembali koran yang berantakan. Lalu aku baca kembali Koran itu.Tapi aku tidak langsung melihat pengumumanSNMPTN.Aku membaca berbagai macam berita.Kecelakaan, pembunuhan, kemiskinan, koruptur yang kian memperkaya diri.Dan mulai membaca pengumuman kelulusan SNMPTN.Aku membacanya dari awal.13.000 orang lebih yang mengikuti tes tetapi dari sekian itu hanya 3.000 orang lebih saja yang diterima.Lalu aku pun tersyum melihat hal itu.Bukanlah aku sendiri yang yang dinyatakan tidak lulus. Lalu aku juga mulai berpikir, apakah dari sekian banyak yang tidak lulus juga merasakan apa yang aku rasa pada saat ini. Aku pun tersenyum sabar.Lalu aku teruskan membaca ke bagian daftar nama-nama.Jari-jari kecilku menari-menari diatasnya.Terus bergerak dengan lembutnya.Berlahan mengikuti nada-nada jiwanya. Tidak lama kemudian jariku terhenti disalah satu nama. Mata tajamku berbinar mengamatinya.Berlahan nadi memuncak seperti gelombang menghantam kapal-kapal diatasnya.Tubuh kecilku bergetar.Mataku berkaca tidak sadar aku tengah membocorkan tambal-tambal bendungannya. Setetes air bening membasahi pipiku. Lalu berlahan tangan kananku menghampiri dan menghapusnya. Lalu dengan rasa kurang yakin aku lihat lagi nama tersebut. Dan benar itu adalah namaku dan sangat sesuai dengan nomor ujianku.Bibirku pun bergetar.Lalu aku lapaskan rasa syukurku.Dan dengan segera aku bersujud. “terima kasih ya Rabb….”

Kamis, 28 Juni 2012

Pariwisata Kecamatan Ulu Ogan Kabupaten OKU Sumsel

By: Habibullah (Kang Abi)

1     Air Terjun Kambas

A.Selayang Pandang
Air Terjun Kambas merupakan obyek wisata alam di Sumatera Selatan walupun belum begitu terkenal  tetapi sudah remai dikunjungi wisatawan. Air terjun Kambas terdiri dari tiga air terjun, yaitu : Air terjun Kambas Abakh, Air terjun Kambas Tengah, dan air terjun Kambas Besar.  Air terjun Kambas Besar ini memiliki ketinggian
 425 m di atas permukaan laut. Objek wisata ini memiliki ketinggian air terjun berkisar 50 meter yang dikelilingi oleh perbukitan dan hutan serta bebatuan besar sehingga menambah keindahan panorama alam.. Airnya yang jernih dan sejuk meluncur dari atas gunung batu dengan deras sepanjang tahun. Di bawah curahan air terjun terdapat sebuah tempat pemandian yang berbentuk kolam renang dan sudah mengalami beberapa kali perubahan bentuk kolam dikarenakan keadaan alam baik itu banjir, longsor dan sebagainya. Kedalaman air di pemandian ini diperkirakan 4-5 meter.
B. Lokasi
Air Terjun Kambas berada di wilayah Kecamatan Ulu Ogan, Kabupaten OKU, Provinsi Sumatera Selatan.
C. Akses
Obyek wisata Air Terjun Kambas terletak sekitar 65 km dari Kota Baturaja, dan kurang lebih 10 km dari Air terjun Bedegung  M.Enim. Obyek wisata ini dapat dicapai dengan menggunakan mobil pribadi atau mobil travel dari Kota Baturaja sekitar 2 jam. Jika pengunjung berangkat dari Air Terjun Bedegung dari simpang Meo ke arah Baturaja sekitar ½ jam. Lalu belok kira ½ jam lagi.
D. Harga Tiket Masuk
Biaya tiket masuk sebesar Rp. 2.000,- untuk orang Dewasa dan untuk anak-anak. Tetapi untuk penendara mobil atau motor akan diminta biaya parkir.
2. Air Panas Gemuhak
Objek wisata Air Panas Gemuhak di Desa Kelumpang  Kecamatan Ulu Ogan yang mempunyai berbagai macam ukuran, dari yang bersuhu rendah  samapi yang bersuhu tinggi, hingga mencapai  kepanasan 40c®.  di air panas ini biasanya para wisatawan biasa membawa bahan-bahan mentah yang nanti akan mereka masak di di air panas, seperti:  pisang, ubi, mei instan, jagung dll. Selain alamnya begitu mempesona wisata air panas ini juga memiliki berbagai keistimewaan. Yaitu disekitar wilayah wisata terdapat berbagi sepeseis bunga anggrek yang langkah..
Untuk mengunjungi wisata air panas gemuhak ini, biasanya para wisatawan berjan kaki sejauh 1.5 – 2 jam. Walaupun jarak yang begitu jauh tetapi para wisatawan tidak begitu merasakn kelelahan karena disihir oleh keindahan alam, yang mengelilingi aliran sungai ogan.




3.Air Terjun Pisang
 Air terjun Pisang terletak 15 menit dari desa kelumpang kec.ulu ogan. Tempat wisata ini tidak jauh menarik dari wisata-wisata yang lain. Alam yang sejuk dan segar menambah indah air terjun pisang bagi satiap pengunjungnya. Air terjun pisang merupakan aliran anak sungai Kepayang desa Kelumpang.






Dan masih banyak wasita-wasita yang lain, seperti : Batu bermerek, air hitam, batu guling, air terjun ayakh anak udangan, air terjun batang hari, ayakh anak kuning, belukhu,Sepanas. dll.
Selain wisata daerah ulu ogan juga terkenal dengan masyarakat penghasil kopi dan padi, daerah yang berbukit dan dingin memang kopi adalah suatu pertanian artenatif  yang sangat cocok dengan iklim agrariahnya. Dilembah-lembah perbukit persis didekat perdesaan sawah-sawah terbentang luas. Setiap para wisatawan akan terpesona menekmati alam ulu ogan.. yang penuh pesona bagi setiap mata yang memandang.








                       
                                      
                                             Ayok… Tambah kenangan manis Hidup anda.
Dengan berkunjung ke wisata kecamatan Ulu Ogan

Akupun ikut tersenyum.


Tarik slimut, balik kekiri, balik kanan. membentangkan tubuh d kasur empuknya. Mungkin itulah yang di harapkn bocah itu. Kepalanya  tersender  ke jendela. Dan matanya menatap tajam ke arah luar.. pepohonan saling silih berganti ia tinggalkan.. Itulah yang jelas tanpak di matanya.
Wanita di smpingnya mengosok-gosok  kpalanya dengan penuh kasih.. Mungkin wanita itu adalah ibunya.. Iseng pkiranku mengatakn usianya dua puluh delapan tahun. Dilihat dari wajahnya yang masih begitu muda. Wanita itu brtanya kepada anaknya. "ada apa cha?
Terpintas di pikirku, aku bisa menebak mungkin nama anak itu adalah ica, caca, ataupun rica.. Yang pastinya dia adalah gadis kcil yang manis.. Kira-kira usianya enam tahun. Dan saat ini dia duduk di kelas satu Sekolah Dasar.
Anak itu menatap wajah ibunya.. Lalu dia hanya tersenyum.
Ibunya pun membalas snyumnya.. Lalu mencium dahe gadis kecil itu dengan begitu lembutnya.

Lain halnya dengan bapak yang berada di sampingku.. Aku iseng mengatkan dia adalah seorang jawa.. Usianya 41 tahun. Mungkin dia mw pergi ke tmpat kluarganya yang sudah lama menetap di sumatra, yang sebagian tanah andalas sumatera telah d kuasainya.. Kebun karet, persawahan, kebun sawet.. Tak heran smuanya telah dia miliki.
Dia adalah seorang laki-laki yang ramah.. Stiap kali dia melirikku, dia slalu tersenyum.. Kpalanya mengangguk dan tngannya  tak pernah lari memegang kantong hitam yang di bawanya.. Mungkin itu adalah oleh-oleh untuk keluarganya..
Akupun ikut sibuk olehnya karena membalas senyum ramahnya dan setiap kali dia melirikku akupun harus menganggukkan kepalaku..

Di depan kami seorang wanita gendut.. Dia selalu tersenyum walaupun hanya sendiri..
Mungkin dia membayangkan saat ini dia sedang asyik duduk di kursi sntainya.. Yang di mejanya terdapat segelas susu putih dan di sampingnya sepiring nasi goreng ksukaannya.. Kerupuk yang lebar di lahab dengan renyanya.. Di ikuti dengan acara komedi TVnya..
Dia msih tersenyum dengan sendrinya.. Kerana saat ini dia sedang mengikuti laju Bus yang begitu cepat menerabas rintikan-rintikan hujan yang begitu deras..

Lalu akupun ikut tersenyum..

Sopir dengan konsentrasinya menyetir.. Dan penumpang lainnya bnyak yang terlelap.. Karena mendengar alunan musik melayu yg bgitu merdu sesuai dg suasana..

Lalu akupun tersenyum..

By.Habibullah