Tarik slimut, balik
kekiri, balik kanan. membentangkan tubuh d kasur empuknya. Mungkin itulah yang
di harapkn bocah itu. Kepalanya
tersender ke jendela. Dan matanya
menatap tajam ke arah luar.. pepohonan saling silih berganti ia tinggalkan..
Itulah yang jelas tanpak di matanya.
Wanita di smpingnya mengosok-gosok kpalanya dengan penuh kasih.. Mungkin wanita itu adalah ibunya.. Iseng pkiranku mengatakn usianya dua puluh delapan tahun. Dilihat dari wajahnya yang masih begitu muda. Wanita itu brtanya kepada anaknya. "ada apa cha?
Terpintas di pikirku, aku bisa menebak mungkin nama anak itu adalah ica, caca, ataupun rica.. Yang pastinya dia adalah gadis kcil yang manis.. Kira-kira usianya enam tahun. Dan saat ini dia duduk di kelas satu Sekolah Dasar.
Anak itu menatap wajah ibunya.. Lalu dia hanya tersenyum.
Ibunya pun membalas snyumnya.. Lalu mencium dahe gadis kecil itu dengan begitu lembutnya.
Lain halnya dengan bapak yang berada di sampingku.. Aku iseng mengatkan dia adalah seorang jawa.. Usianya 41 tahun. Mungkin dia mw pergi ke tmpat kluarganya yang sudah lama menetap di sumatra, yang sebagian tanah andalas sumatera telah d kuasainya.. Kebun karet, persawahan, kebun sawet.. Tak heran smuanya telah dia miliki.
Dia adalah seorang laki-laki yang ramah.. Stiap kali dia melirikku, dia slalu tersenyum.. Kpalanya mengangguk dan tngannya tak pernah lari memegang kantong hitam yang di bawanya.. Mungkin itu adalah oleh-oleh untuk keluarganya..
Akupun ikut sibuk olehnya karena membalas senyum ramahnya dan setiap kali dia melirikku akupun harus menganggukkan kepalaku..
Di depan kami seorang wanita gendut.. Dia selalu tersenyum walaupun hanya sendiri..
Mungkin dia membayangkan saat ini dia sedang asyik duduk di kursi sntainya.. Yang di mejanya terdapat segelas susu putih dan di sampingnya sepiring nasi goreng ksukaannya.. Kerupuk yang lebar di lahab dengan renyanya.. Di ikuti dengan acara komedi TVnya..
Dia msih tersenyum dengan sendrinya.. Kerana saat ini dia sedang mengikuti laju Bus yang begitu cepat menerabas rintikan-rintikan hujan yang begitu deras..
Lalu akupun ikut tersenyum..
Sopir dengan konsentrasinya menyetir.. Dan penumpang lainnya bnyak yang terlelap.. Karena mendengar alunan musik melayu yg bgitu merdu sesuai dg suasana..
Lalu akupun tersenyum..
Wanita di smpingnya mengosok-gosok kpalanya dengan penuh kasih.. Mungkin wanita itu adalah ibunya.. Iseng pkiranku mengatakn usianya dua puluh delapan tahun. Dilihat dari wajahnya yang masih begitu muda. Wanita itu brtanya kepada anaknya. "ada apa cha?
Terpintas di pikirku, aku bisa menebak mungkin nama anak itu adalah ica, caca, ataupun rica.. Yang pastinya dia adalah gadis kcil yang manis.. Kira-kira usianya enam tahun. Dan saat ini dia duduk di kelas satu Sekolah Dasar.
Anak itu menatap wajah ibunya.. Lalu dia hanya tersenyum.
Ibunya pun membalas snyumnya.. Lalu mencium dahe gadis kecil itu dengan begitu lembutnya.
Lain halnya dengan bapak yang berada di sampingku.. Aku iseng mengatkan dia adalah seorang jawa.. Usianya 41 tahun. Mungkin dia mw pergi ke tmpat kluarganya yang sudah lama menetap di sumatra, yang sebagian tanah andalas sumatera telah d kuasainya.. Kebun karet, persawahan, kebun sawet.. Tak heran smuanya telah dia miliki.
Dia adalah seorang laki-laki yang ramah.. Stiap kali dia melirikku, dia slalu tersenyum.. Kpalanya mengangguk dan tngannya tak pernah lari memegang kantong hitam yang di bawanya.. Mungkin itu adalah oleh-oleh untuk keluarganya..
Akupun ikut sibuk olehnya karena membalas senyum ramahnya dan setiap kali dia melirikku akupun harus menganggukkan kepalaku..
Di depan kami seorang wanita gendut.. Dia selalu tersenyum walaupun hanya sendiri..
Mungkin dia membayangkan saat ini dia sedang asyik duduk di kursi sntainya.. Yang di mejanya terdapat segelas susu putih dan di sampingnya sepiring nasi goreng ksukaannya.. Kerupuk yang lebar di lahab dengan renyanya.. Di ikuti dengan acara komedi TVnya..
Dia msih tersenyum dengan sendrinya.. Kerana saat ini dia sedang mengikuti laju Bus yang begitu cepat menerabas rintikan-rintikan hujan yang begitu deras..
Lalu akupun ikut tersenyum..
Sopir dengan konsentrasinya menyetir.. Dan penumpang lainnya bnyak yang terlelap.. Karena mendengar alunan musik melayu yg bgitu merdu sesuai dg suasana..
Lalu akupun tersenyum..
By.Habibullah

lagi lagi aku tersenyum membaca ulang tulisan ini
BalasHapus