Perantau, itulah aku.Sudah
hampir 6 tahun hidupku di habiskan di daerah orang untuk menuntut ilmu dan demi
cita-cita yang aku genggam. Tiga tahun di SMA dan sudah hampir tiga tahun
Kuliah. Saat ini Aku adalah seorang mahasiswa di salah satu universitas negeri
di Indonesia.Aku tinggal di salah satu masjid dekat kampusku. Banyak cerita
tentang diriku.Duka, suka, cita, sedih bahkan bahagia sudah aku rasakan dan
terangkum dalam catatan sejarah perjuanganku.
Kawan, inginkah kau
mendengarkan curahan hatiku.Ini adalah salah satu kisah diantara banyak kisah
dalam perjlananku. Kawan, dari dulu sampai sekarang bahkan sampai kapanpun aku sangat
menyakini bahwa perjalanku ini adalah suatu rekaya besar dari sang pencipta.
Karena aku sangat meyakini bahwa semua kejadian didalam perjalanku adalah semua
atas kehendak-Nya dan semuanya sudah tertulis dalam Lauh Mahfuzh. Sesuai dengan
firman Allah SWT dalam QS.Al Hadiid : 22 yang artinya “ tiada suatu bencanapun yang menimpa dibumi dan pada dirimu sendiri
melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami
menciptakannya. Sesunggunya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah”
Inilah salah satu
kisahku.
Pada suatu malam aku
bersilaturahmi dikostan temanku satu kampus. Dikarenakan teman saya anggap saja
nama Syahrul mengalami sakit. Tidak sendian aku di sana tapi dengan berjalanya
waktu dan malampun semakin larut satu persatu teman minta pamet untuk pulang.
Dan tinggallah diriku sendiri disana dan ditemani oleh Ahmad teman satu
kostan Syahrul. Dan akhirnya aku
putuskan untuk tidur disana.
Dengan langkah yang
begitu kaku aku paksakan kakiku untuk melangkah, dan aku buka gurden jendela
yang kusam itu.Dan aku pandangkan mataku kearah taman-taman yang tidak ada
satupun tanaman yang dapat tumbuh disana karena sudah diganti dengan teras
semen yang tak beraturan.Tidak seperti biasanya, Angin pagi yang biasanya
menyapa dengan lembutnya sehingga menyejukan jiwa-jiwa yang dihampirinya.
Tetapi Nampak begitu berbeda di pagi itu
suram dan menakutkan. Daun-daun tidak lagi begitu diam memumandangkan zikirnya.Jangkrek
dan kodok-kodok itu Nampaknya telah begitu sibuk dengan aktivitasnya sehingga
memberhentikan nyayian-nyayiannya. Dan aku pandang lagi..aku tersentak kaget.
Lalu aku lihat jam di Handponku sudah menunjukkan jam 05:40 “astafirrullahulazim” “aku telah ketinggalan
sholat shubuh berjamaah di masjid” akupun langsung melangkahkan kakiku kekamar
mandi dan langsung mengambil air wudhu. Lalu aku sholat shubuh.Setelah selesai
sholat Syahrul dan Ahmadpun keluar dari kamarnya dan langsung mendirikan
sholat.Akupun mengucap istifar karena telah lupa membangunkanya.
Selesai mereka sholat
aku langsung pametan untuk pulang.Seperti biasa akupun melaksanakan aktivitas
pagiku.Bersih-bersih masjid, masak, nyetrika baju, nyuci dan mandi.Disaat aku
lagi siap-siap untuk sarapan, Handpon ku berdering dan aku lihat ternyata
Syahrul.
“Asslammualaikum,
ya..ada apa akh..? Tanyaku.
“Akh, pagi ini temanni
ana ke klinik ya.”
“ya insyaallah”
jawabku.
“tapi sebelum antom ke
kosan ana, tolong belikan ana sarapan dulu ya” “dengan Ibu Lia”tambahnya.
“ya, nanti ana belikan”
“Syukron akh”
“afwan”
Akupun mempercepat
sarapan pagiku. Selesai sarapan akupun langsung mengambil tas hitam
kesayanganku yang apabila aku tarok dipunggungku Nampak menutupi tubuh kecilku.
Tidak memakan waktu yang lama bagiku untuk ke Kostan Syahrul karena memang
tidak terlalu jauh dari masjid tempat saya tinggal.tetapi sebelum ke kostan
Syahrul aku mampir di warung makan Ibu Lia untuk membeli sarapan pesanan
Syahrul.
Sebelum pergi ke klinik
Syahrul sarapan terlebih dahulu.Sambil menunggu syahrul yang lagi sarapan, aku
tersenyum… dan mengatakan.
“akh, bagaimana kalu
kita telpon saja Udin, dia kanada motor.. nanti biarlah dia saja yang menemani
antom ke klinik”
“tidak usah ahk, nanti
biarlah kita jalan kaki saja” “sekalian olah raga” ujaranya.
“bukan begitu akh, kan
antom saat ini lagi sakit. Lagipula klinik itu tidaklah dekat” aku meyakinkan.
“nanti antum bagaimana,?kalu
ana ikut udin”
“tidak usah antum
pikirkan ana, yang penting adalah kesehatan antum..” “nanti biarlah ana jalan
kaki saja kekampusya” tambahku.
Akhirnya Syahrulpun
senyetujui usulanku.Tidak menunggu lama, akupun langsung menelpon udin.
“Din, dirimu sekarang
ada dimana?
“sekarang aku sudah
dikampus. Ada apa? udin balik bertanya
“Begini, si Syahrul
saat ini lagi sakit.Rencananya mau ke klinik. Dirimu bisa menemaninya dak”
“ya insyaallah. Di mana
kalian sekarang..?”
“kami tunggu di kostan
Syahrul.”
“ya sudah tunggu ya..”
“ya..” .jawabku. Udinpun
langsung menutup telponya.
Tidak lama kemudian
udinpun datang.Tetapi kayaknya Udin sangat memahami keadaan kami sehingga dia
mengajak Rommy untuk menjemput saya juga.Akhirnya kami berempat berangkat ke
klinik.Sesampai di klinik kami langsung mengambil nomor antrian.Suasana klinik
terlihat ramai tetapi semuanya membisu tak bersuara yang ada hanyalah
suara-suara kusuh dari petugas kesehatan.Kamipun menunggu diruang antri pasien.
Satu persatu nama pasien dipanggil tetapi nama Syahrul juga belum dipanggil.
jam sudah menunjukkan pukul 09.58.
“din,..” aku memanggil
udin yang lagi duduk dengan Rommy di taman klinik.
“ya, ada apa” sahutnya
“kalian duluan kekampus
saja ya..” nanti biarlah kami naik angkut saja” tambahku
“masih lama dak
antrinya..?” Rommypun bertanya kepadaku.
“sebentar lagi”
jawabku. “tidak apa, kalian duluan saja..” tambahku
“ya sudah kami duluan
ya..” jawab Udin.
Lalu Rommy mendekat
kepadaku. “ini kunci motorku..”
“tidak usah, nanti
biarlah kami naik angkut saja..” jawabku.
“tidak apa. biarlahaku ikut
udin saja.”
“ya sudah kalu begitu” jawabku. Lalu merekapun pergi
kekampus untuk mengikuti perkuliahan.
Satu persatu nama
pasien dipanggil, Tetapi nama syahrulpun belum juga dipanggil. Wajah syahrul
Nampak memucat, bibir-bibirnya membiru dingin, tubuhnya Nampak bergetar menggigil. Dengan tidak sabar menunggu
giliran lalu Syahrulpun berlahan memejamkan matanya.
“Syahrul…” teriak
dokter petugas memanggil nama Syahrul
Dengan sedikit kaget
syahrul langsung melangkahkan kakinya menuju ruangan periksa.Setelah syamsul
keluar dari ruang periksa dan dr. memberitahukan bahwa syamsul hanya kena demam
biasa saja. Mungkin karena terlalu capek dan sedikit istirahat saja. Setelah
keluar dari klinik aku berniat untuk mengantar Syahrul untuk pulang
kekostannya.Tetapi beliau menolak.dia lebih memilih untuk masuk kuliah
saja,walaupun sudah saya sarankan kepadanya untuk istirahat saja karena sesuai
dengan hasil tes kesehatannya di klinik tadi, tetapi dia tetap saja melotot
memilih untuk masuk kuliah saja. Akupun mengikuti kehendaknya.
Aku langsung mengambil
motor metik milik Rommy, dan ternyata motor tidak mau starter, di ingkolpun
tidak bisa. Syahrulpun mendekati saya.
“ada apa akh..?
“tidak tahu nich.. kok
tidak mau hidup dari tadi.
Dengan tersenyum
syahrul menjawab “coba ditekan rem belakangnya..”
Akupun balik
tersenyum.. “iya.. saya lupa” jawabku sedikit malu.
Kamipun langsung menuju
kampus.Dengan kecepatan yang sedang kami melaju dengan pastinya.Sesampai
dipersimpangan tiga akupun membelokkan sepeda motorku dengan pastinya. Tetapi,
tiba-tiba ada orang berteriak keras dari belakang kami… “minggir,
mingggirrrr….” Dan Brak”
Kami ditabrak oleh
seorang pengendara sepeda motor dengan kecepatan tinggi. Syahrul terkapar
dengan wajah yang semakin memucat pasi, keringat-keringat dingin itu bercucuran
keluar dari tubuhnya.Sedangkan aku terbaring persis dipinggir sepeda
motorku.Tangan, lutut, bahu luka-luka.Begitupun orang yang menabrak kami.Kaki,
tangan, bahkan seluruh tubuhnya penuh dengan luka-luka.
Akhirnya kamipun
kembali ke klinik.
Teman, itulah salah
satu kisah dalam perjalananku.Banyak hikmah yang dapat saya petik dari kisah
diatas.Dan yang pastinya aku semakin yakin bahwa memang setiap kejadian dalam
hidup kita ini, sekecil apapun itu sangat berpengaruh dengan kejadian yang
mengikutinya.Dan itu semua merupakan suatu rekayasa raksasa oleh yang Maha
Kuasa.Sedangkan manusia hanya bisa merencanakan tetapi tidak dapat berkehendak
atas segala sesuatu melainkan mengikuti kehendak dari Yang Kuasa yaitu Allah
SWT.
QS. An Nuur : 64
“Ketahuilah
sesungguhnya kepunyaan Allahlah apa yang dilangit dan di bumi.Sesungguhnya Dia
mengentahui keadaanmu di dalamnya (sekarang).Dan
(mengentahui pula) hari (saat manusia) dikembalikan kepada-Nya (kelak). Lalu diterangkan-Nya kepada
mereka apa yang telah mereka kerjakan. Dan Allah Maha Mengentahui segala sesuatu.
QS.Al
Baqarah :117
“Allah
Pencipta langit dan bumi. Dan bila dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu,
maka Dia hanya mengatakan kepadanya :“Kun.
Maka jadilah ia.”
Coba perhatikan dari
kisah saya diatas tadi.Semua kejadian adalah hasil pengaruh dari kejadian yang
mengawalinya. Dan merupakan rekayasa dan kehendak dari Alllah SWT
Pertama,
awalnya saya akan menemani syahrul ke klinik dengan berjalan kaki. Tetapi
akhirnya Saya menyarankan kepada syahrul untuk dijemput oleh Udin saja.Dan
biarlah udin saja yang menemani ke klinik dan saya berjalan kaki kekampus.
Tetapi Allah berkehendak lain, Udin mengajak Rommy untuk sekalian menjemput
saya juga. Dan akupun naik motor rommy untuk menemani syahruk ke klinik.
Kedua,
Saat saya menyuruh Udin dan Rommy untuk duluan kekampus dan saya merencanakan
untuk menyusul nantinya dengan naik angkut. Tetapi Allah berkehendak lain Rommy
menyerahkan kunci motornya untuk kami
kendarai.
Ketiga,
Setelah Syahrul keluar dari klinki saya merencanakan untuk mengantarnya
kekosan, dengan tujuan supaya syahrul istirahat saja.Tetapi Syahrul tidak mau
dia lebih memilih untuk masuk kuliah saya walupun dalam kondsi sakit.
Keempat,
saat saya mau menghidupkan sepeda motor. Tetapi saya lupa bagaimana cara
mnghidupkan motornya. Dan saya baru
sadar setelah baru diingatkan oleh syahrul.Dan akhirnya semua kejadian dalam
kehidupan kita itu Allah adalah atas kehendak dan kendali taripada kekuatan
Tuhan Yang Maha kuasa.dan Allah telah merekayasa akan kejadian bahwa kami akan
ditabrak. Dan kami kembali masuk kerumah sakit.Kalu orang tidak mengerti akan
kuasa Tuhan pasti dia akan berpikiran. Kalu seandainya saya jadi menemani udin
dengan berjalan kaki. Mungkin kami tidak akan tertabrak motor, atau udin hanya
sendirian menjemput udin, atau Rommy tidak memberikan kunci motornya kepada
saya, atau mungkin kalu seandainya saya tidak terlambat menghidupkan mesin
motor. Pasti kami tidak akan merasakn sakitnya seluruh tubuh kami karena
ditabrak motor. Tetapi yang saya pahammi dan seharusnya kita pahami semua yaitu
jangan pernah berpikiran bahwa akan terjadi kejadian kalu saya jadi berjalan
kaki dengan udin. Karena Allah tidak berkehendak atas itu, dan nyatanya Allah
berkehendak bahwa saya jadi menemani udin dengan di antar oleh udin dan Rommy.
Itu yang Allah kehendaki bukan yang lain. Yang pastinya Kejadian ini pasti ada
rahasia besar dari sang khalik. Dan kita semua harus bersabar dan mengambil
hikmah dalam setiap kejadian karena sesungguhnya Allah hendak menguji kita dan
medidik kita dalam setiap kejadian dalam detik, menit di kehidupan kita.
“Dia-lah Allah, tidak
ada Tuhan selain Dia. Mengentahui yang gaib dan yang nyata, Dia-lah yanag Maha
Pengasih, Maha Penyayang” (QS.Al-Hasyr : 22)
Wallahu a’lam
bishshawab

Tidak ada komentar:
Posting Komentar