Sabtu, 30 Juni 2012

"kejadian itu telah dituliskan"

By: Habibullah (Kang Abi)

Perantau, itulah aku.Sudah hampir 6 tahun hidupku di habiskan di daerah orang untuk menuntut ilmu dan demi cita-cita yang aku genggam. Tiga tahun di SMA dan sudah hampir tiga tahun Kuliah. Saat ini Aku adalah seorang mahasiswa di salah satu universitas negeri di Indonesia.Aku tinggal di salah satu masjid dekat kampusku. Banyak cerita tentang diriku.Duka, suka, cita, sedih bahkan bahagia sudah aku rasakan dan terangkum dalam catatan sejarah perjuanganku.
Kawan, inginkah kau mendengarkan curahan hatiku.Ini adalah salah satu kisah diantara banyak kisah dalam perjlananku. Kawan, dari dulu sampai sekarang bahkan sampai kapanpun aku sangat menyakini bahwa perjalanku ini adalah suatu rekaya besar dari sang pencipta. Karena aku sangat meyakini bahwa semua kejadian didalam perjalanku adalah semua atas kehendak-Nya dan semuanya sudah tertulis dalam Lauh Mahfuzh. Sesuai dengan firman Allah SWT dalam QS.Al Hadiid : 22 yang artinya “ tiada suatu bencanapun yang menimpa dibumi dan pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesunggunya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah”
Inilah salah satu kisahku.
Pada suatu malam aku bersilaturahmi dikostan temanku satu kampus. Dikarenakan teman saya anggap saja nama Syahrul mengalami sakit. Tidak sendian aku di sana tapi dengan berjalanya waktu dan malampun semakin larut satu persatu teman minta pamet untuk pulang. Dan tinggallah diriku sendiri disana dan ditemani oleh Ahmad teman satu kostan  Syahrul. Dan akhirnya aku putuskan untuk tidur disana.
Dengan langkah yang begitu kaku aku paksakan kakiku untuk melangkah, dan aku buka gurden jendela yang kusam itu.Dan aku pandangkan mataku kearah taman-taman yang tidak ada satupun tanaman yang dapat tumbuh disana karena sudah diganti dengan teras semen yang tak beraturan.Tidak seperti biasanya, Angin pagi yang biasanya menyapa dengan lembutnya sehingga menyejukan jiwa-jiwa yang dihampirinya. Tetapi Nampak begitu  berbeda di pagi itu suram dan menakutkan. Daun-daun tidak lagi begitu diam memumandangkan zikirnya.Jangkrek dan kodok-kodok itu Nampaknya telah begitu sibuk dengan aktivitasnya sehingga memberhentikan nyayian-nyayiannya. Dan aku pandang lagi..aku tersentak kaget. Lalu aku lihat jam di Handponku sudah menunjukkan jam 05:40  “astafirrullahulazim” “aku telah ketinggalan sholat shubuh berjamaah di masjid” akupun langsung melangkahkan kakiku kekamar mandi dan langsung mengambil air wudhu. Lalu aku sholat shubuh.Setelah selesai sholat Syahrul dan Ahmadpun keluar dari kamarnya dan langsung mendirikan sholat.Akupun mengucap istifar karena telah lupa membangunkanya.

Selesai mereka sholat aku langsung pametan untuk pulang.Seperti biasa akupun melaksanakan aktivitas pagiku.Bersih-bersih masjid, masak, nyetrika baju, nyuci dan mandi.Disaat aku lagi siap-siap untuk sarapan, Handpon ku berdering dan aku lihat ternyata Syahrul.
“Asslammualaikum, ya..ada apa akh..? Tanyaku.
“Akh, pagi ini temanni ana ke klinik ya.”
“ya insyaallah” jawabku.
“tapi sebelum antom ke kosan ana, tolong belikan ana sarapan dulu ya” “dengan Ibu Lia”tambahnya.
“ya, nanti ana belikan”
“Syukron akh”
“afwan”
Akupun mempercepat sarapan pagiku. Selesai sarapan akupun langsung mengambil tas hitam kesayanganku yang apabila aku tarok dipunggungku Nampak menutupi tubuh kecilku. Tidak memakan waktu yang lama bagiku untuk ke Kostan Syahrul karena memang tidak terlalu jauh dari masjid tempat saya tinggal.tetapi sebelum ke kostan Syahrul aku mampir di warung makan Ibu Lia untuk membeli sarapan pesanan Syahrul.
Sebelum pergi ke klinik Syahrul sarapan terlebih dahulu.Sambil menunggu syahrul yang lagi sarapan, aku tersenyum… dan mengatakan.
“akh, bagaimana kalu kita telpon saja Udin, dia kanada motor.. nanti biarlah dia saja yang menemani antom ke klinik”
“tidak usah ahk, nanti biarlah kita jalan kaki saja” “sekalian olah raga” ujaranya.
“bukan begitu akh, kan antom saat ini lagi sakit. Lagipula klinik itu tidaklah dekat” aku meyakinkan.
“nanti antum bagaimana,?kalu ana ikut udin”
“tidak usah antum pikirkan ana, yang penting adalah kesehatan antum..” “nanti biarlah ana jalan kaki saja kekampusya” tambahku.
Akhirnya Syahrulpun senyetujui usulanku.Tidak menunggu lama, akupun langsung menelpon udin.
“Din, dirimu sekarang ada dimana?
“sekarang aku sudah dikampus. Ada apa? udin balik bertanya
“Begini, si Syahrul saat ini lagi sakit.Rencananya mau ke klinik. Dirimu bisa menemaninya dak”
“ya insyaallah. Di mana kalian sekarang..?”
“kami tunggu di kostan Syahrul.”
“ya sudah tunggu ya..”
“ya..” .jawabku. Udinpun langsung menutup telponya.

Tidak lama kemudian udinpun datang.Tetapi kayaknya Udin sangat memahami keadaan kami sehingga dia mengajak Rommy untuk menjemput saya juga.Akhirnya kami berempat berangkat ke klinik.Sesampai di klinik kami langsung mengambil nomor antrian.Suasana klinik terlihat ramai tetapi semuanya membisu tak bersuara yang ada hanyalah suara-suara kusuh dari petugas kesehatan.Kamipun menunggu diruang antri pasien. Satu persatu nama pasien dipanggil tetapi nama Syahrul juga belum dipanggil. jam sudah menunjukkan pukul 09.58.
“din,..” aku memanggil udin yang lagi duduk dengan Rommy di taman klinik.
“ya, ada apa” sahutnya
“kalian duluan kekampus saja ya..” nanti biarlah kami naik angkut saja” tambahku
“masih lama dak antrinya..?” Rommypun bertanya kepadaku.
“sebentar lagi” jawabku. “tidak apa, kalian duluan saja..” tambahku
“ya sudah kami duluan ya..” jawab Udin.
Lalu Rommy mendekat kepadaku. “ini kunci motorku..”
“tidak usah, nanti biarlah kami naik angkut saja..” jawabku.
“tidak apa. biarlahaku ikut udin saja.”
“ya sudah  kalu begitu” jawabku. Lalu merekapun pergi kekampus untuk mengikuti perkuliahan.

Satu persatu nama pasien dipanggil, Tetapi nama syahrulpun belum juga dipanggil. Wajah syahrul Nampak memucat, bibir-bibirnya membiru dingin, tubuhnya Nampak bergetar  menggigil. Dengan tidak sabar menunggu giliran lalu Syahrulpun berlahan memejamkan matanya.
“Syahrul…” teriak dokter petugas memanggil nama Syahrul
Dengan sedikit kaget syahrul langsung melangkahkan kakinya menuju ruangan periksa.Setelah syamsul keluar dari ruang periksa dan dr. memberitahukan bahwa syamsul hanya kena demam biasa saja. Mungkin karena terlalu capek dan sedikit istirahat saja. Setelah keluar dari klinik aku berniat untuk mengantar Syahrul untuk pulang kekostannya.Tetapi beliau menolak.dia lebih memilih untuk masuk kuliah saja,walaupun sudah saya sarankan kepadanya untuk istirahat saja karena sesuai dengan hasil tes kesehatannya di klinik tadi, tetapi dia tetap saja melotot memilih untuk masuk kuliah saja. Akupun mengikuti kehendaknya.
Aku langsung mengambil motor metik milik Rommy, dan ternyata motor tidak mau starter, di ingkolpun tidak bisa. Syahrulpun mendekati saya.
“ada apa akh..?
“tidak tahu nich.. kok tidak mau hidup dari tadi.
Dengan tersenyum syahrul menjawab “coba ditekan rem belakangnya..”
Akupun balik tersenyum.. “iya.. saya lupa” jawabku sedikit malu.
Kamipun langsung menuju kampus.Dengan kecepatan yang sedang kami melaju dengan pastinya.Sesampai dipersimpangan tiga akupun membelokkan sepeda motorku dengan pastinya. Tetapi, tiba-tiba ada orang berteriak keras dari belakang kami… “minggir, mingggirrrr….” Dan Brak”
Kami ditabrak oleh seorang pengendara sepeda motor dengan kecepatan tinggi. Syahrul terkapar dengan wajah yang semakin memucat pasi, keringat-keringat dingin itu bercucuran keluar dari tubuhnya.Sedangkan aku terbaring persis dipinggir sepeda motorku.Tangan, lutut, bahu luka-luka.Begitupun orang yang menabrak kami.Kaki, tangan, bahkan seluruh tubuhnya penuh dengan luka-luka.
Akhirnya kamipun kembali ke klinik.

Teman, itulah salah satu kisah dalam perjalananku.Banyak hikmah yang dapat saya petik dari kisah diatas.Dan yang pastinya aku semakin yakin bahwa memang setiap kejadian dalam hidup kita ini, sekecil apapun itu sangat berpengaruh dengan kejadian yang mengikutinya.Dan itu semua merupakan suatu rekayasa raksasa oleh yang Maha Kuasa.Sedangkan manusia hanya bisa merencanakan tetapi tidak dapat berkehendak atas segala sesuatu melainkan mengikuti kehendak dari Yang Kuasa yaitu Allah SWT.
QS. An Nuur : 64
“Ketahuilah sesungguhnya kepunyaan Allahlah apa yang dilangit dan di bumi.Sesungguhnya Dia mengentahui keadaanmu di dalamnya (sekarang).Dan (mengentahui pula) hari (saat manusia) dikembalikan kepada-Nya (kelak). Lalu diterangkan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Dan Allah Maha Mengentahui segala sesuatu.
QS.Al Baqarah :117
“Allah Pencipta langit dan bumi. Dan bila dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka Dia hanya mengatakan kepadanya :“Kun. Maka jadilah ia.”

Coba perhatikan dari kisah saya diatas tadi.Semua kejadian adalah hasil pengaruh dari kejadian yang mengawalinya. Dan merupakan rekayasa dan kehendak dari Alllah SWT
Pertama, awalnya saya akan menemani syahrul ke klinik dengan berjalan kaki. Tetapi akhirnya Saya menyarankan kepada syahrul untuk dijemput oleh Udin saja.Dan biarlah udin saja yang menemani ke klinik dan saya berjalan kaki kekampus. Tetapi Allah berkehendak lain, Udin mengajak Rommy untuk sekalian menjemput saya juga. Dan akupun naik motor rommy untuk menemani syahruk ke klinik.
Kedua, Saat saya menyuruh Udin dan Rommy untuk duluan kekampus dan saya merencanakan untuk menyusul nantinya dengan naik angkut. Tetapi Allah berkehendak lain Rommy menyerahkan kunci  motornya untuk kami kendarai.
Ketiga, Setelah Syahrul keluar dari klinki saya merencanakan untuk mengantarnya kekosan, dengan tujuan supaya syahrul istirahat saja.Tetapi Syahrul tidak mau dia lebih memilih untuk masuk kuliah saya walupun dalam kondsi sakit.
Keempat, saat saya mau menghidupkan sepeda motor. Tetapi saya lupa bagaimana cara mnghidupkan  motornya. Dan saya baru sadar setelah baru diingatkan oleh syahrul.Dan akhirnya semua kejadian dalam kehidupan kita itu Allah adalah atas kehendak dan kendali taripada kekuatan Tuhan Yang Maha kuasa.dan Allah telah merekayasa akan kejadian bahwa kami akan ditabrak. Dan kami kembali masuk kerumah sakit.Kalu orang tidak mengerti akan kuasa Tuhan pasti dia akan berpikiran. Kalu seandainya saya jadi menemani udin dengan berjalan kaki. Mungkin kami tidak akan tertabrak motor, atau udin hanya sendirian menjemput udin, atau Rommy tidak memberikan kunci motornya kepada saya, atau mungkin kalu seandainya saya tidak terlambat menghidupkan mesin motor. Pasti kami tidak akan merasakn sakitnya seluruh tubuh kami karena ditabrak motor. Tetapi yang saya pahammi dan seharusnya kita pahami semua yaitu jangan pernah berpikiran bahwa akan terjadi kejadian kalu saya jadi berjalan kaki dengan udin. Karena Allah tidak berkehendak atas itu, dan nyatanya Allah berkehendak bahwa saya jadi menemani udin dengan di antar oleh udin dan Rommy. Itu yang Allah kehendaki bukan yang lain. Yang pastinya Kejadian ini pasti ada rahasia besar dari sang khalik. Dan kita semua harus bersabar dan mengambil hikmah dalam setiap kejadian karena sesungguhnya Allah hendak menguji kita dan medidik kita dalam setiap kejadian dalam detik, menit di kehidupan kita.
“Dia-lah Allah, tidak ada Tuhan selain Dia. Mengentahui yang gaib dan yang nyata, Dia-lah yanag Maha Pengasih, Maha Penyayang” (QS.Al-Hasyr : 22)

Wallahu a’lam bishshawab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar